TangSel – Gelombang amarah publik terhadap pejabat negara memuncak pada akhir Agustus 2025. Sejumlah rumah pejabat dan anggota DPR RI menjadi sasaran penyerbuan serta penjarahan massa. Berikut rangkuman kronologi peristiwa tersebut:
Jumat, 29 Agustus 2025
-
Massa mulai mendatangi kediaman Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
-
Pernyataan Sahroni yang menyebut desakan pembubaran DPR sebagai ‘mental orang tolol sedunia’ memicu demonstrasi awal.
-
Menurut warga, massa mendemo rumah Sahroni sejak sore, lalu pada malam hari suasana semakin memanas.
Baca Juga : Jamuan Durian Musang King untuk Auditor di Tangsel
Sabtu, 30 Agustus 2025 – Sore
-
Situasi di rumah Ahmad Sahroni berubah menjadi penjarahan.
-
Warga melaporkan hilangnya barang-barang rumah tangga, elektronik, dokumen penting, hingga koleksi pribadi berupa patung Iron Man dan Spider-Man.
-
Sahroni sendiri disebut sedang berada di Singapura.
Sabtu, 30 Agustus 2025 – Malam
-
Penjarahan berlanjut ke rumah dua anggota DPR dari PAN: Eko Patrio dan Uya Kuya.
-
Video yang beredar memperlihatkan warga membawa karung dan koper dari rumah Eko Patrio.
-
Di rumah Uya Kuya, massa berjubel masuk hingga ke lantai dua. Suara teriakan “Hancurin!” terdengar di rekaman.
-
Warga menghancurkan perabotan, meja kaca, dan perlengkapan rumah lalu membawa sebagian.
Minggu, 31 Agustus 2025 – Dini Hari
-
Massa menggeruduk rumah pribadi Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jalan Mandar, Bintaro, Tangerang Selatan, sekitar pukul 01.40 WIB.
-
Sejumlah warga terlihat membawa kursi, guci, dan lukisan dari rumah berlantai dua tersebut.
-
Video kejadian tersebar luas di Instagram dan X (Twitter).
-
Pada pukul 03.00 WIB, sejumlah personel TNI tiba di lokasi. Namun warga tetap berkerumun.
-
Polisi dan otoritas terkait belum memberi keterangan resmi hingga berita ini diturunkan.
Latar Belakang Kemarahan Publik
-
DPR RI menetapkan kenaikan gaji dan tunjangan yang disebut mencapai Rp120 juta per bulan.
-
Publik menilai video joget anggota DPR, termasuk Eko Patrio dan Uya Kuya, dalam Sidang MPR 15 Agustus 2025 tidak sensitif di tengah kesulitan ekonomi rakyat.
-
Pernyataan kontroversial Ahmad Sahroni yang memicu amarah konstituen.
-
Gelombang demonstrasi nasional sejak 25 Agustus 2025 bermula dari bentrokan di Pejompongan yang menewaskan seorang pengemudi ojol, Affan Kurniawan.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Tangsel Menyamar Jadi Rakyat Biasa
Respon dan Permintaan Maaf
-
Nafa Urbach (NasDem) meminta maaf melalui video Instagram atas pernyataannya yang mendukung tunjangan rumah Rp50 juta bagi anggota DPR.
-
Eko Patrio menyampaikan permohonan maaf dalam video berdurasi dua menit, didampingi Pasha Ungu. Ia berjanji lebih berhati-hati bersikap.
-
Uya Kuya menyusul dengan permintaan maaf lewat akun Instagram @king_uyakuya, menegaskan komitmen menjadi pribadi lebih baik.
Situasi Terakhir
Hingga Minggu dini hari (31/8/2025), demonstrasi masih berlangsung di sejumlah titik Jakarta dan kota-kota besar lain. Tuntutan massa mengerucut pada:
-
Pembubaran DPR RI.
-
Peninjauan ulang kenaikan gaji dan tunjangan pejabat.
-
Reformasi lembaga legislatif agar lebih berpihak pada rakyat.











