Tangsel Jaga Daya Pemerintah perlu memastikan bahwa stimulus ekonomi yang diberikan mencakup sektor-sektor yang langsung mempengaruhi kehidupan sehari-hari rakyat, seperti transportasi, bahan pokok, dan upah pekerja. Subsidi untuk tarif transportasi, diskon tarif tol, serta subsidi upah menjadi instrumen yang bisa meringankan beban masyarakat.
Dengan kondisi ekonomi yang masih rentan, sangat penting bagi pemerintah untuk memperpanjang dan memperluas jangkauan bantuan sosial (bansos). Bantuan tunai dan bansos beras sangat dibutuhkan terutama bagi kelompok yang rentan. Melalui kebijakan ini, pemerintah bisa memastikan bahwa masyarakat di level bawah memiliki cadangan uang yang cukup untuk membeli kebutuhan hidup sehari-hari. Jika ini bisa dijaga hingga akhir 2025, maka masyarakat akan lebih terlindungi dari dampak inflasi dan gejolak ekonomi.
2. Mengurangi Pengangguran Melalui Lapangan Kerja Baru
Salah satu tantangan terbesar bagi angkatan kerja baru, seperti lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan sarjana, adalah keterbatasan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, pemerintah harus menciptakan kebijakan yang dapat mempercepat penciptaan lapangan kerja bagi mereka yang baru lulus.
Langkah pertama adalah memberikan kemudahan perizinan untuk industri baru yang bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dengan melonggarkan prosedur dan memberikan insentif bagi investor yang ingin membuka industri baru, maka peluang kerja akan semakin terbuka lebar.
Selain itu, memberikan insentif pajak bagi perusahaan yang selama dua tahun terakhir tidak melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dapat mendorong perusahaan untuk menjaga stabilitas pekerjanya. Kebijakan seperti ini diharapkan dapat menciptakan iklim kerja yang lebih stabil dan menjamin lapangan pekerjaan tetap terbuka bagi angkaran kerja baru.
3. Mencegah PHK dan Menjaga Daya Beli Pekerja
Pemulihan ekonomi yang baik seharusnya mengarah pada peningkatan daya beli pekerja, yang pada gilirannya akan mendorong konsumsi masyarakat. Agar daya beli pekerja tetap terjaga, perusahaan perlu diberi insentif untuk tidak melakukan PHK, khususnya di sektor industri manufaktur, tekstil, dan jasa.

Baca Juga: Selangkah Lagi, Timnas Garuda Tampil di Piala Dunia
Dengan memberi insentif kepada perusahaan, seperti potongan pajak atau bantuan lainnya, pemerintah bisa mengurangi risiko PHK.
4. Jaga Daya Dukungan untuk Usaha Kecil dan Pedagang Kaki Lima
Usaha kecil, seperti warung makan dan pedagang kaki lima, memainkan peran penting dalam perekonomian lokal. Untuk itu, pemerintah perlu memberikan bantuan modal yang dapat membantu usaha kecil ini untuk berkembang. Dengan tambahan modal, mereka bisa membeli bahan baku lebih banyak, meningkatkan kapasitas produksi, dan bahkan membuka lapangan kerja baru.
Dengan meningkatkan pendapatan sektor usaha kecil, maka secara langsung akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat daya beli masyarakat.
5. Menjamin Kesejahteraan Petani
Sektor pertanian juga memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan dan daya beli masyarakat. Salah satu sektor yang harus mendapat perhatian serius adalah petani padi.
Dengan meningkatnya produksi, pendapatan petani juga akan ikut naik, sehingga mereka memiliki daya beli yang lebih kuat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tidak hanya itu, dengan harga pangan yang stabil, masyarakat di kota juga akan merasa terbantu.
6. Membangun Infrastruktur untuk Mendukung Ekonomi Rakyat
Tidak kalah penting, untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan menjaga daya beli, perlu ada investasi besar dalam pembangunan infrastruktur. Infrastruktur yang baik, seperti jalan, jembatan, dan sarana transportasi, akan mengurangi biaya distribusi barang, meningkatkan efisiensi, serta membuka peluang bisnis di berbagai daerah.
Dengan memperbaiki infrastruktur, maka barang-barang kebutuhan pokok akan lebih mudah sampai ke konsumen dengan harga yang lebih terjangkau.






