Tanggerang Selatan – CEO PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), Bobby Gafur Umar, menegaskan bahwa proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah daerah, termasuk Tangerang Selatan (Tangsel), memasuki tahap kesiapan akhir dan segera memulai konstruksi. Proyek ini akan dijalankan oleh anak usaha OASA, PT Indoplas Energy Hijau, bekerja sama dengan mitra teknologi melalui perusahaan patungan PT Indoplas Tianying Energy.
Bobby menyampaikan bahwa kedua entitas tersebut telah menyelesaikan kesiapan teknis dan administratif untuk memulai proses pembangunan. “PSEL Tangsel memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.100 ton sampah per hari dengan potensi energi 23–25 MW. Teknologi utamanya berasal dari mitra kami, China Tianying (CNTY), yang memiliki rekam jejak global dalam mengoperasikan fasilitas Waste-to-Energy skala besar,” kata Bobby dalam keterangan tertulis, Kamis (20/11/2025).
Menurutnya, seluruh studi teknis, persyaratan perizinan, serta rencana rinci konstruksi telah disusun dan diselaraskan dengan standar internasional agar pembangunan dapat berjalan efisien dan tepat waktu.
Baca Juga : BPBD Laporkan Evakuasi dan Penanganan Longsor
Pemerintah: PSEL Tangsel Masuk Tahap Final
Dalam Waste to Energy Investment Forum 2025, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa PSEL Tangsel telah memasuki tahap final sebelum konstruksi dimulai. Pemerintah pusat, kata Zulkifli, ingin mempercepat pengembangan energi bersih serta memastikan proyek-proyek WtE (waste-to-energy) berjalan berkesinambungan.
“Secara teknis, persyaratan seperti kesiapan lahan dan kapasitas pengolahan sampah sudah dapat dipenuhi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa pemerintah terus mengawal proses sinkronisasi antarkementerian dan pemerintah daerah agar pembangunan fasilitas PSEL tidak menghadapi hambatan regulasi maupun kesiapan lapangan.
Pemkot Tangsel Siapkan Lahan 5 Hektare dan Armada Pengangkut
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, ikut menegaskan dukungan penuh terhadap proyek tersebut. Ia menjelaskan bahwa Pemkot Tangsel telah menyediakan lahan sekitar 5 hektare di kawasan Cipeucang sebagai lokasi pembangunan fasilitas PSEL.
Baca Juga : Lima Siswa SMPN 19 Tangerang Selatan Diperiksa Terkait Dugaan Perundungan
“Truk pengangkut sampah sudah mendapatkan pemenang lelang. Saat ini tersedia 27 unit, dan jumlahnya akan terus bertambah sesuai kebutuhan operasional. Kami berkomitmen memastikan kesiapan daerah dalam mendukung PSEL Tangsel,” tutur Benyamin dalam forum tersebut.
Ia menilai proyek PSEL merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah secara jangka panjang sekaligus menghasilkan energi ramah lingkungan bagi kawasan Tangerang Selatan.
Konsorsium Swasta Sudah Ditunjuk sebagai Pelaksana
Benyamin juga mengungkapkan bahwa Pemkot Tangsel telah menunjuk pelaksana proyek melalui proses lelang resmi. Berdasarkan Surat Penunjukan Pemenang Lelang (SPPL) pada April 2025, konsorsium swasta resmi ditetapkan sebagai pelaksana pekerjaan PSEL Tangsel.
Pemkot berharap pembangunan fasilitas PSEL dapat segera dimulai sehingga dapat menjawab persoalan penumpukan sampah yang selama ini menjadi beban daerah. Dengan teknologi CNTY dan dukungan penuh pemerintah pusat serta daerah, Benyamin yakin PSEL Tangsel akan menjadi model pengelolaan sampah modern yang efisien, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.











